Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Spiritualitas Keluarga melalui Pesan-Pesan Sejarah dalam Al-Qur'an dan Hadits

  • Muhammad Amirullah Universita Negeri Makassar
  • Fitriana Fitriana Universitas Negeri Makassar
  • Azwar Azwar Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar
Kata Kunci: Keluarga; Spiritualitas; Storytelling; Bimbingan & Konseling Islam

Abstrak

Keluarga, terutama orang tua, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kehidupan individu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas makna dan hakikat keluarga dan peran pentingnya dalam membangun spiritualitas anak serta implementasi sirah sebagai media dalam membangun spiritualitas anak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui penelitian pustaka dan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran penting dalam pengembangan individu dan dalam berbagai dimensi perkembangan anak. Oleh karena itu, keluarga (terutama orang tua) perlu berperan aktif dalam membangun berbagai nilai positif pada individu sejak usia dini sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan. Spiritualitas adalah salah satu hal yang paling penting untuk dikembangkan pada individu karena dapat memiliki pengaruh positif pada berbagai aspek seperti, kesehatan mental (depresi, kecemasan, sindrom pasca trauma, skizofrenia), keterampilan pribadi (stres, harga diri, perilaku sosial, komitmen untuk bekerja), dan mencegah penyalahgunaan narkoba dan dorongan bunuh diri. Mendongeng bisa menjadi sarana untuk menumbuhkan berbagai karakteristik positif pada individu, salah satunya spiritualitas. Islam sebagai agama yang kaya dengan khazanah pendidikan sangat peduli dengan sejarah. Bahkan Kitab Suci Umat Islam (Al-Qur'an) dan hadis Nabi berisi banyak cerita tentang sejarah. Tujuannya adalah agar orang dapat belajar dan mengambil pelajaran. Oleh karenanya, mendongeng dengan konten sejarah Islam (sirah) dapat menjadi media efektif untuk meningkatkan spiritualitas dalam keluarga.

Referensi

Afsar, B., Badir, Y., & Kiani, U. S. (2016). Linking spiritual leadership and employee pro-environmental behavior: The influence of workplace spirituality, intrinsic motivation, and environmental passion. Journal of Environmental Psychology, 45, 79–88. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2015.11.011
Anganthi, N. R. N., & Uyun, Z. (2015). Pemaknaan Nilai Nilai Spiritual Well Being dalam Kehidupan Keluarga Muslim. The 2nd University Research Colloquium (URECOL) 2015, 2000, 215–226.
Azarian, A. (2016). Interactive role of spiritual intelligence factors with happiness and perfectionism, a communication plan. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 8(4), 1335–1341.
Bala, M. E., Senduk, J., & Boham, A. (2015). Peranan Komunikasi Keluarga dalam Mencegah Perilaku Merokok bagi Remaja di Kelurahan Winangun Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal Acta Diurna, IV(3).
Budiyono, A. (2012). Sikap Asertif dan Peran Keluarga terhadap Anak. Komunika, Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 6(1), 6–13.
Dongoran, F. R. (2014). Paradigma Membangun Generasi Emas 2045 dalam Perspektif Filsafat Pendidikan. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED, 11(1), 61–76.
Ekasaputri, N. H., & Astutik, S. (2016). Islamic Parenting di Wilayah Minoritas (Cara Keluarga Muslim Menanamkan dan Mempertahankan Keyakinan Anggota Keluarga di Daerah Semarapura Tengah, Klungkung – Bali). Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 06(01), 25–34.
Handayani, S. (2011). Pengaruh Keluarga, Masyarakat, dan Pendidikan Terhadap Pencegahan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Universitas Indonesia.
Harris, R. B. (2007). Blending Narratives: A Storytelling Strategy for Social Studies. Social Studies, 98(3), 111–116. https://doi.org/10.3200/TSSS.98.3.111-116
Herdajani, F., & Rosalinda, I. (2014). Peran Orang Tua dalam Mencegah dan Menanggulangi Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika pada Remaja. Prosiding Seminar Nasional Parenting 2013, 1, .373-384. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Krok, D. (2015). Religiousness, spirituality, and coping with stress among late adolescents: A meaning-making perspective. Journal of Adolescence, 45, 196–203. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2015.10.004
Kurt, Y., Yamin, M., Sinkovics, N., & Sinkovics, R. R. (2016). Spirituality as an antecedent of trust and network commitment: The case of Anatolian Tigers. European Management Journal, 34(6), 686–700. https://doi.org/10.1016/j.emj.2016.06.011
Lee, G. L. (2011). Best practices of teaching traditional beliefs using Korean folk literature. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 15, 417–421. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.03.114
Lismijar. (2015). Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Dalam Perspektif Surat At-Tahrim Ayat 6. Islamic Studies Journal, 3(2), 114–130.
Manullang, B. (2013). Grand Desain Pendidikan Karakter Generasi Emas 2045. Jurnal Pendidikan Karakter, 1, 1–14.
Narminten. (2014). Penerapan Strategi Storytelling dalam Membentuk Karakteri Religius Siswa TKIT Nurul Islam Gamping Sleman. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Nessipbayeva, O. (2013). Spiritual-Moral Nurture of the Person through Folk Pedagogy. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 93, 1722–1729. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.10.106
Ni’mah, E. S. (2011). Konsep Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Al-Qur’an. Universitas Islam Negeri Sultan Syarik Kasim Riau.
Ningsih, Y. S. (2008). Peranan Keluarga dalam Pendidikan Emosional Anak. Jurnal Insania | Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan, 13(3), 426–440. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24090/ins.v13i3.2008.pp426-440
Parker, T. S., & Wampler, K. S. (2006). Changing Emotion: the Use of Therapeutic Storytelling. Journal of Marital and Family Therapy, 32(2), 155–166. https://doi.org/10.1111/j.1752-0606.2006.tb01597.x
Poston, D. J., & Turnbull, A. P. (2004). Role of spirituality and religion in family quality of life for families of children with disabilities. Education and Training in Developmental Disabilities, 39(2), 95–108.
Purnamasari, E. (2014). Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Mengatasi Kenakalan Anak. SOSIALITAS (Jurnal Ilmiah Pend. Sos-Ant), 4(1).
Qudsyi, H. (2013). Menanamkan Moral Pada Anak Melalui Metode Bercerita. PSIKOLOGIKA, 18(1), 25–37.
Rahim, N. A., Affendi, N. R. N. M., & Pawi, A. A. A. (2017). Dissemination of Values and Culture through the E-Folklore. TOJET: The Turkish Online Journal of Educational Technology, 16(1), 32–36.
Rogi, B. A. (2015). Peranan Komunikasi Keluarga dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja di Kelurahan Tataaran 1 Kecamatan Tondano Selatan. Jurnal Acta Diurna, IV(4).
Rosmarin, D. H., Alper, D. A., & Pargament, K. I. (2016). Religion, Spirituality, and Mental Health. Encyclopedia of Mental Health, 4, 23–27. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-397045-9.00190-7
Sanchez, T. (2005). The Story of the Boston Massacre: A Storytelling Opportunity for Character Education. The Social Studies, 96(6), 265–269. https://doi.org/10.3200/TSSS.96.6.265-270
Sucipto. (2012). Konsep Pendidikan Karakter Anak dalam Keluarga. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sukaimi, S. (2013). Peran Orang Tua dalam Pembentukan Kepribadian Anak: Tinjauan Psikologi Perkembangan Islam. MARWAH, XII(1), 81–90.
Tabei, S. Z., Zarei, N., & Joulaei, H. (2016). The impact of spirituality on health. Shiraz E Medical Journal, 17(6). https://doi.org/10.17795/semj39053
Tangkudung, J. P. M. (2014). Peranan Komunikasi Keluarga dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang. Jurnal Acta Diurna, III(1).
Taubah, M. (2015). Pendidikan Anak dalam Keluarga Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal Of Islamic Education Studies), 03(01), 109–136.
Yulita, M., Thomas, Y., & Parijo. (2013). Peranan Orang Tua dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(7).
Diterbitkan
2025-04-30
Bagian
Articles