ULUL ALBAB DALAM AL-QUR’AN
Abstrak
Ulul albab dalam Al-Qur’an disebutkan pada banyak tempat, kehadirannya yang banyak itu tentu saja menyiratkan makna mendalam, sehingga dirasa penting melakukan penelitian ini. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode tafsir tematik, yakni menetapkan sebuah tema ulul albab sebagai poros dalam mengupas ayat-ayatNya. Tujuan penelitian ayat-ayat ulul albab ini adalah untuk mengetahui sikap dan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang ulul albab (cendikiawan muslim) menurut Al-Qur’an. Melalui pendekatan tematik ini, sikap dan karakteristik seorang ulul albab akan menjadi jelas. Selanjutnya, kesimpulan dari interpretasi ayat-ayat ulul albab adalah bagaimana pemahaman terhadap sikap dan karakteristik ulul albab, harus dimiliki oleh seorang cendikiawan muslim, agar betul-betul dapat menjadi ulul albab yang sesungguhnya.
Referensi
Ahmad bin Faris, Abi al-Husain. (1995). Mu’jam Maqayis al-Lughah. Bairut: Dar al-Fikr.
Al-Ashfahani, al-Raghib. (1998). Mu’jam Mufradat al-Qur’an. Bairut: Dar al-Fikr.
Kassis, E. Hanna. (1983). A Concrodance of the Qur’an. Berkeley: University of California.
Al-Maraghi, Ahmad Mushthafa. Tafsir al-Maraghi. Jil. II. Bairut: Dar al-Fikr,tth.
Poerwadarminta, WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka
Al-Sary, Abu Ishaq Ibrahim. (1976). Ma’ani al-Qur’an wa I’rabuhu. Bairut: Alam al-Kutub.
Shihab, M. Quraish. (2000). Tafsir al-.Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.
Al-Thaba-Thaba’i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an.
Wajdy, Muhammad Farid. Da’rat al-Ma’arif. Bairut: Maktabah al-Ilmiyyah.
Zuhayliy, Wahbah. (1998). Tafsir al-Munir fi al-Aqa’id wa al-Syari’ah wa al-manhaj. Bairut: Dar al-Fikr.




.png)
