DIMENSI I’JA<Z LUGHAWI< PADA REPETISI AYAT (Studi Analisis Tafsir al-Muni>r Dalam Surah Asy-Syu’ara<, Surah Ar-Rahma<n Dan Surah Al-Mursala<t )

  • Nasrullah The selected username is already in use by another user.
  • Ziyadul Haq Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
  • Syamsul Ariyadi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
Kata Kunci: I’jaz lughawi, Repetisi ayat, Tafsir al-munir

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi i'jaz lughawi (keajaiban linguistik) dalam Repetisi ayat-ayat Al-Quran melalui analisis tafsir Al-Munir. Fokus utama kajian ini adalah pada Surah Asy-Syuara, Surah Ar-Rahman, dan Surah Al-Mursalat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik, di mana tafsir Al-Munir digunakan sebagai sumber utama dalam memahami makna dan implikasi Repetisiayat dalam ketiga surah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Repetisi ayat dalam Al-Quran bukan hanya berfungsi sebagai alat retoris, tetapi juga sebagai sarana untuk menegaskan pesan-pesan penting, memperkuat daya ingat pembaca, dan memberikan penekanan pada aspek tertentu dari ajaran Islam. Dalam Surah Asy-Syuara, Repetisi berfungsi untuk menegaskan keteguhan para nabi dan umatnya dalam menghadapi tantangan. Surah Ar-Rahman menonjolkan rahmat Allah melalui pengulangan frasa "Fabi ayyi al'i rabbikumaa tukaththibaan," yang mengajak manusia untuk merenungkan dan menghargai nikmat-nikmat-Nya. Sementara itu, dalam Surah Al-Mursalat, Repetisi digunakan untuk memperingatkan dan menegaskan kepastian datangnya hari kiamat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Repetisiayat dalam Al-Quran memiliki nilai estetika dan makna yang mendalam, serta menunjukkan i'jaz lughawi yang menegaskan keunggulan dan keunikan teks suci ini. Studi ini juga memperkaya pemahaman tentang bagaimana tafsir Al-Munir menyoroti aspek-aspek keajaiban linguistik dalam Al-Quran.

Referensi

Abdul Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir, Yogyakarta: Idea Press, 2015.

Ahmad Izzan, Ulumul Qr’an, Bandung: Tafakur,2011.

Endang Saeful Anwar, Telaah Terhadap Kitab Tafsir Al-Munīr Karya Wahbah al-Zuhayli, Jurnal Al-Fath 05, no. 01, 2011.

Forum Kajian Tafsir LPSI, Mengenal Tafsir dan Mufasir Era Klasik dan Kontemporer, Jawa Timur: Pustaka Sidogiri Pondok Pesantren Sidogiri, 2017.

Khoridatul Mudhiah, “Menelusuri Makna Pengulangan Redaksi dalam Surah Al-Rahman”, STAI Khozinatul Ulum, Vol 8, No 1, (Juni 2014)

M. Ahsin Sakho, Oase Al-Qur’an Depok, Penerbit Qaf.

M. Quraish Shihab, Mukjizat Al-Qur’an , Cet 2 Bandung: Mizan, 2007.

Saiful Amin Ghofur, Profil Para Mufassir Al-Qur’an Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008.

Tafsir bil Ma’tsur; bil Ra’yi, Sufi, Fiqhi, Falsafi, ‘Ilmi, dan adabi-Ijtima’i. Abdul Hayy al-Farmawi, Metode Tafsir Maudhu’I dan cara penerapannya, terj. Rosihan Anwar dan Maman Abd Djaliel Bandung: Pustaka Setia, 2002.

Tafsir bil Ma’tsur; bil Ra’yi, Sufi, Fiqhi, Falsafi, ‘Ilmi, dan adabi-Ijtima’i. Abdul Hayy al-Farmawi, Metode Tafsir Maudhu’I dan cara penerapannya, terj. Rosihan Anwar dan Maman Abd Djaliel. Bandung: Pustaka Setia, 2002.

Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Dalam Sejarah Al-Qur’an . Pustaka Alvabet Jakarta. dalam Pendahuluan

Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir,(Jakarta: Gema Insani Press. 2016.

Wahbah al-Zuhaili, Tafsir al-Munir : Aqidah, Syariah, Manhaj, Jilid 10

Diterbitkan
2025-12-31