NALAR SUFISTIK PADA KISAH AL-QUR’AN
Telaah Model Interpretasi al-Naisaburi
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengambarkan model interpretasi al-Naisaburi yang bernuansa sufistik terhadap kisah al-Qur`an dalam kitab tafsir Ghara’ib al-Qur’an wa Ragha’ib al-Furqan. Pendekatan sufistik dalam menafsirkan al-Qur`an telah menimbulkan pro dan kontra, akan tetapi ini bukan isyarat untuk bersikap apriori dengan model interpretasi semacam ini. Sejauh ini pemaparan atas kisah al-Qur`an didominasi oleh model interpretasi secara tekstual. Padahal dengan mengungkap kisah al-Qur`an dari sisi bathiniyah akan memberikan warna dan nuansa baru dalam memahami hikmah di balik narasi kisah dalam al-Qur`an. Dengan menggunakan metode deskriptif –analitis, penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis hasil penakwilan al-Naisaburi terkait dengan kisah nabi Musa as. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potret penafsiran al-Naibari terhadap QS. al-Baqarah: 67-68 menunjukkan kelihaian beliau dalam memadukan makna lihiriyah dan batiniyah suatu ayat. Membaca kisah dalam al-Qur`an terasa kurang berefek pada kehidupan jika hanya sekedar untuk diketahui alur kronologis suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau dengan hanya memperhatikan makna tekstualnya saja. Namun jika ayat-ayat kisah dalam al-Qur`an diselami dengan nalar sufistik, maka akan nampak makna batin yang terkandung di dalamnya yang penuh dengan hikmah dan pengetahuan yang mendalam atas peristiwa yang terjadi dalam kisah tersebut.
Referensi
al-Jarami, I. M. (1422 H). Mu`jam Ulum al-Qur`an. Damaskus: Dar al-Qalam.
al-Naisaburi. (1996). Tafsir Gharaib al-Qur`an wa Raghaib al-Furqan. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
al-Qaththan, M. (1973). Mabahits Fi Ulum al-Qur`an. Surabaya: al-Hidayah.
al-Zarqani, M. A. (1995). Manahil al-Irfan Fi Ulum al-Qur`an. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabiy.
as-Sa`di, A. b. (2000). Taysir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan. Beirut: Muassasah al-Risalah.
Aziz, M. A. (2020). Mengenal Tuntas al-Qur`an. Surabaya : Imtiyaz.
Bakar, A. A. (2014). Metodologi Tafsir: Kajian Manhaj Para Mufassir. Makassar: Alauddin Press.
Datmi, M. A. (2022). Konsep Teoritis Ayat-Ayat Kisah dalam al-Qur`an. al-Munir: Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir, 387-428.
Hamnah. (2020). Tafsir dan Takwil. Jurnal Ilmiah Falsafah: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi, dan Humaniora, 28-38.
Kahalah, U. R. (1993). Mu`jam al-Muallifin Tarajim Mushannif al-Kutub al-`Arabiyyah. Beirut: Muassasah al-Risalah.
Katsir, I. b. (2007). Tafsir al-Qur`an al-`Adzim. Beirut: Al-Kitab Al Ilmi.
khafil, S. A. (2007). Atlas Hadis. Jakarta: Almahirah.
Khalid, R. (2016). Manahij al-Mufassirin: Mengkaji Metode Para Mufassir. Jakarta: Mazhab Ciputat.
Madjid, N. (1995). Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Paramadina.
Mahmud, M. A. (2006). Metodologi Tafsir: Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Muhammad, A. S. (2019). Membumikan Ulumul Qur`an. Jakarta: Qaf Media Kreativa.
Rusmana, Y. R. (2013). Metodologi Tafsir al-Qur`an: Strukturalisme, Semantik, Semiotik, dan Hermeneutik. Bandung: Pustaka Setia.
Salim, A. M. (2005). Metodologi Ilmu Tafsir. Yogyakarta: Teras.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur`an. Jakarta: Lentera Hati.
Taher, A. (2014). Tafsir Sufi Isyari al-Naisaburi (Studi atas Kitab Garaib al-Qur`an wa Raghaib al-Qur`an). Yogyakarta: Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.




.png)
