KONTEKS KE-INDONESIA-AN DALAM TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB
Studi atas QS. Ar-Rum/30:21
Abstrak
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari makna teks, juga diperkuat dengan gaya adabi ijtima’i yang diusungnya. Untuk mengungkap makna tersebut, maka dipilihlah QS. Ar-Rum/30 ayat 21 sebagai objek kajiannya. Sebagai kajian teks, penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis isi terhadap isi yang bersifat interpretatif. Akhirnya penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1) Makna QS. Ar-Rum/30:21 tentang ikatan perkawinan dengan mawaddah dan rahmah, apalagi jika menggambarkan diksi 'mawaddah' menunjukkan gambaran yang sangat dekat dengan kondisi sosial bahkan psikologis masyarakat Indonesia, 2) Penggambaran yang dimaksud adalah 'kesediaan suami membela istri kemudian kesediaan istri mengikuti suami begitu pula dengan kesediaan meninggalkan orang tua dan keluarga', kalimat ini memuat syarat dan kalimat yang sering digambarkan dalam keakraban suami istri dalam konteks. Masyarakat Indonesia, 3) Pemilihan penggambaran makna sesuai konteks ke-Indonesia-an sangat relevan mengingat pembaca utama dari Tafsir Al-Misbah adalah masyarakat Indonesia, sehingga semakin memperkuat sisi penafsiran ke-Indonesia-annya.
Referensi
Cholil, M. (2015). Relevansi pemikiran tafsir jihad M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah. Maraji: Jurnal Ilmu Keislaman, 1(2), 538–566.
Federspiel, H. M. (1996). Kajian Al-Quran Di Indonesia: Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish Shihab. (No Title).
Gusmian, I. (2013). Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Ideologi. LKiS Yogyakarta.
Hakim, M. N., & Kholid, A. (2022). Reposisi Dialektis Tafsir Lughawi: Pergeseran Integratif Pendekatan Linguistik Dalam Wacana Tafsir Kontemporer. QOF, 6(2), 233–254.
HS, M. A. (2023). DIAM ADALAH EMAS. SUHUF, 16(1), 1–19.
Ichwan, M. N. (2017). Metode Dan Corak Tafsir Al-Misbah Karya Prof. M. Quraish Shihab.
Muhammad, A. (1992). Asbab al-Nuzul dan Kontekstualisasi al-Qur’an. Makalah Disampaikan Dalam Stadium General HMJ Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 10.
Murni, D. (2020). Tafsir Dari Segi Coraknya Lughawi, Fiqhi Dan Ilmiy. SYAHADAH: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Keislaman, 8(1), 55–92.
Riza, H., & Hidayah, V. R. (2022). Hermeneutika dalam Tafsir al-Mishbah: Studi Penafsiran Surat Al-Ahzab Ayat 59: STUDI PENAFSIRAN SURAH AL-AḤZ{\=A}B AYAT 59. Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran, 4(2), 83–94.
Rizky, A. T., & Zakiah, A. R. S. (2020). Islam Wasathiyah Dalam Wacana Tafsir Ke-Indonesia-an (Studi Komparatif Penafsiran M. Quraish Shihab Dan Buya Hamka). Aqwal: Journal of Qur’an and Hadis Studies, 1(1), 1–28.
Shihab, M. Q. (2005a). Logika agama: Kedudukan wahyu & batas-batas akal dalam Islam. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2005b). Tafsir Al-Mishbah. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Mizan Pustaka.
Shihab, M. Q. (2011). Membumikan al-Qur’an: Memfungsikan Wahyu dalam Kehidupan. Tangerang: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2023). Logika Agama: Merekam Gejolak Pemikiran M. Quraish Shihab Muda ketika sedang Menuntut Ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. PT. Lentera Hati.
Wartini, A. (2014). Corak penafsiran M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 11(1), 109–126.
Zahro, B. P., & Adha, S. N. (2023). Aspek Keindonesiaan Tafsir Nusantara (Analisis Penafsiran Muhammad Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah). Proceeding International Conference on Quranic Studies.




.png)
