Pentingnya Penguasaan Keterampilan Story Telling Bagi Guru IPS Dalam Mengajarkan Materi Sejarah Kolonialisme-Kemerdekaan Indonesia Untuk Menumbuh Kembangkan Sikap Nasionalisme Peserta Didik

  • Muhamad Reza Ramdani Universitas Lambung Mangkurat
Keywords: Story telling,, Peserta didik,, Pembelajaran,, Guru,

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis potensi metode story telling dalam meningkatkan sikap nasionalisme peserta didik pada pembelajaran IPS kelas 8, khususnya pada materi sejarah Indonesia masa kolonialisme dan kemerdekaan. Story telling dianggap sebagai metode yang efektif karena mampu menghidupkan peristiwa sejarah, merangsang imajinasi, dan menumbuhkan emosi peserta didik. Berdasarlan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa story telling memiliki keunggulan dalam menyampaikan materi sejarah secara lebih menarik dan bermakna dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Penggunaan story telling dapat membantu peserta didik memahami konteks sejarah, mengidentifikasi nilai-nilai nasionalisme, dan mengembangkan rasa empati terhadap perjuangan para pahlawan. Namun, masih terdapat kendala dalam penerapan storytelling di kelas, yaitu kurangnya penguasaan keterampilan story telling oleh guru IPS. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan metode ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur yaitu, data yang digunakan didapatkan dari hasil pengumpulan dan analisis dari jurnal, artikel, maupun buku-buku yang relevan dengan objek yang dikaji secara ilmiah. Inti pembahasan artikel ini membahas penguasaan keterampilan guru SMP pada strory telling pada kegiatan pembelajaran sehingga para peserta didik tidak merasa bosan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amrie Fajar, Portofolio dalam Pembelajaran IPS, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 151.
Amelia, D. (2021). Upaya peningkatan kosakata bahasa Inggris melalui storytelling slide and sound. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 22-26.
Julita, D., Rubiantoro, Y., Susanto, T., & Ahyar, R. F. (2012). Dongeng bentuk karakter anak. Warta PAUDNI, Tahun XV, edisi VII.
Ibrizzah, S. F. (2020). Perbedaan Hasil Belajar Antara Penerapan Metode Paired Storytelling Dan Metode Ceramah Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Di MTs NU Darul Anwar Kudus (Doctoral dissertation, IAIN KUDUS).
Mualifah, Storytelling Sebagai Metode Parenting Untuk Pengembangan Kecerdasan Anak Usia Dini, Psikoislamika: Jurnal Pskologi Dan Psikologi Islam, 10. 1 (2013), h. 100
Nurniswah, N. (2024). Strategi Guru IPS dalam Menanamkan Sikap Nasionalisme Melalui Pembelajaran Sejarah pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 25 Kota Bengkulu. JPT: Jurnal Pendidikan Tematik, 5(1), 147-154.
Sari, R. (2023). Penerapan Metode Storytelling Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV MIN 10 Kota Banda Aceh (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).
Rusiyono, R., & Apriani, AN (2020). Pengaruh metode storytelling terhadap penanaman karakter nasionalisme pada siswa SD. Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan , 11 (1), 11-19.
Thalib, A., Huka, I., Latuperisa, Y., & Noija, K. J. (2021). PENGARUH STORY TELLING TERHADAP PENGETAHUAN POLA KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI RT 015 DESA SULI KECAMATAN SALAHUTU. Pasapua Health Journal, 3(1), 25-28.
Published
2025-04-28
How to Cite
Muhamad Reza Ramdani. (2025). Pentingnya Penguasaan Keterampilan Story Telling Bagi Guru IPS Dalam Mengajarkan Materi Sejarah Kolonialisme-Kemerdekaan Indonesia Untuk Menumbuh Kembangkan Sikap Nasionalisme Peserta Didik. PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.47435/pendimas.v3i1.3110