KONSELING INDEGENOUS: TRADISI MANGUPA PADA MASYARAKAT BATAK
Abstract
Mangupa adalah salah satu kebiasaan adat dan tidak pernah ditinggalkan dalam upacara adat Tapanuli Selatan. Mangupa dilakukan pada adat perkawinan, kelahiran, upah-upah atau memberi semangat bagi orang yang luput dari marabahaya, mendapat rezeki atau sebagai rasa syukur. Upacara mangupa atau upah-upah merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Upacara Mangupa bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan dan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa agar selalu selamat, sehat, dan murah rezeki dalam kehidupan. Upaya memanggil tondi ke badan dilakukan dengan cara menghidangkan seperangkat bahan (perangkat pangupa) dan nasehat pangupa (hata pangupa; hata upah-upah) yang disusun secara sistematis dan dilakukan oleh berbagai pihak yang terdiri dari orang tua, raja-raja, dan pihak-pihak adat lainnya. Esensi konseling indegenous dengan tradisi mangupa adalah upaya membantu individu untuk dapat mensyukuri atas apa yang diperoleh dalam kehidupannya dan menjadikan individu untuk selalu bersyukur. Konseling indegenous hadir dengan menginternalisasikan nilai-nilai adat istiadat yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat
References
Arifin, Samsul. “Teknik Pengubahan Tingkah Laku Kalangan Pesantren” 7, no. 1 (n.d.).
Efendi, Erwan, and Julhanuddin Siregar. “MAKNA SIMBOLIK MENGUPA DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN SUKU BATAK ANGKOLA DI KABUPATEN PADANG LAWAS,” n.d.
Hidayah, Rizka Nurul. “INDIGENOUS COUNSELING SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH REMAJA” 1 (2017).
Jayadi, Karta. “KEBUDAYAAN LOKAL SEBAGAI SUMBER INSPIRASI” 12 (2014).
Lili Herawati Parapat, Khatib Lubis, Rahmat Huda. “PEMBENTUKAN SIMBOL YANG DIGUNAKAN PADA UPACARA ADAT ‘MANGUPA.’” JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA 7, no. 1 (May 13, 2022): 77–80. https://doi.org/10.32696/jp2bs.v7i1.1205.
Mahmud, Hasan. “Indigenous Konseling Gusjigang dalam Pemikiran Kearifan Lokal Sunan Kudus.” KONSELING EDUKASI “Journal of Guidance and Counseling” 2, no. 1 (December 31, 2018). https://doi.org/10.21043/konseling.v2i1.4137.
Marhamah, Uswatun, and Ali Murtadlo. “INDIGENOUS KONSELING ( STUDI PEMIKIRAN KEARIFAN LOKAL KI AGENG SURYOMENTARAM DALAM KAWRUH JIWA ),” 2015.
Prasasti, Suci. “KONSELING INDIGENOUS DALAM MASA NEW NORMAL,” n.d.
———. “Konseling Indigenous:Menggali Nilai–Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Bumi DalamBudaya Jawa” 14, no. 2 (2020).
Saripaini, Saripaini. “INDIGENOUS COUNSELING: KARAKTERISTIK SPIRITUAL DALAM TRADISI ROBO-ROBO PADA MASYARAKAT KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KALIMANTAN BARAT.” Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 17, no. 2 (December 31, 2021): 96–106. https://doi.org/10.23971/jsam.v17i2.3052.
Ubudiyah, Farikhatul. “Masyarakat Bonokeling dalam Kajian Indigenous Counseling,” n.d.
Copyright (c) 2024 Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





1.png)
1.png)
1.png)
2.png)
1.png)
