Peningkatan Kesehatan Mental Melalui Couns Day bagi Remaja di Kabupaten Gowa

  • Inayah Ridhayanti Qarimah Universitas Negeri Makassar
  • Maslina Universitas Negeri Makassar
  • Fitriana Ria Universitas Negeri Makassar
  • Abid Raisardhi Abdullah Universitas Negeri Makassar
  • Nurfaidah Ardis Universitas Negeri Makassar

Abstract

Fenomena yang banyak ditemukan di lapangan adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis melalui media sosial , padahal pada kenyataannya mereka lebih membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan dukungan emosional dari teman sebaya . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Counts Day dengan metode Sungai Kehidupan dan Butterfly Hug bagi remaja di Kabupaten Gowa . Metode Sungai Kehidupan digunakan untuk menggali perjalanan hidup peserta melalui momen naik -turun masalah yang dialami remaja , sementara Butterfly Hug diterapkan sebagai teknik sederhana untuk memperkuat diri dan menumbuhkan rasa syukur terhadap diri sendiri . Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, menyadari manfaat memiliki teman cerita dalam meringankan beban emosional , serta mulai menginternalisasi sikap peduli terhadap diri sendiri . Temuan ini mempertegas bahwa pendekatan konseling berbasis narasi dan dukungan sebaya mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan mental remaja .

References

Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022

Larissa, V. (2020). Kesehatan mental pada anak dan remaja. Universitas Persada Indonesia. Fakultas Psikologi.

Denov, M., & Shevell, M. C. (2021). An arts-based approach with youth born of genocidal rape in Rwanda: The river of life as an autobiographical mapping tool. Global Studies of Childhood, 11(1), 21–39. https://doi.org/10.1177/2043610621995830

Mubarok, A. K., Azizah, M., Choirunisa, L., Widyanika, I., Nuryono, W., & Ratnasari, D. (2025). Teori Humanistik: Solusi untuk Menemukan Kebebasan dan Makna Hidup. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(3), 21–29. https://doi.org/10.26539/teraputik.833659

White, Michael., & Epston, David. (2023). Narrative means to therapeutic ends (Terbaru). W.W. Norton & Company.

WHO. (2025). Mental health. World Health Organization Regional Office for Europe. Mental health.

Astuti, N. A. P. (2024). Butterfly Hug sebagai Teknik Relaksasi: Metode Efektif untuk Mengurangi Kecemasan Remaja. KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya, 5(4), 133-137.

Denov, M., & Shevell, M. C. (2021). An arts-based approach with youth born of genocidal rape in Rwanda: The river of life as an autobiographical mapping tool. Global Studies of Childhood. https://doi.org/10.1177/2043610621995830

Riset Kesehatan Dasar. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Riset. 2018.

Indonesia, K. K. R. (2018). Laporan nasional riskesdas 2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.

Zulfa, D. (2025). Pengaruh kombinasi terapi butterfly hug dan meditasi mindfulness terhadap tingkat kecemasan pada pasien preoperatif di RSUD Hajjah Andi Depu [Doctoral dissertation, Universitas Sulawesi Barat].
Published
2025-09-30