Peran Dzikir dalam Reduksi Kecemasan: Studi Kualitatif terhadap Praktisi Tasawuf Modern
Abstract
Artikel ini membahas peran zikir dalam mengurangi kecemasan, dengan fokus pada pengalaman para praktisi Sufi modern. Kecemasan, sebagai respons emosional terhadap situasi yang penuh tekanan, dapat merugikan kesehatan mental dan fisik. Dalam konteks kehidupan modern, di mana ancaman seringkali bersifat psikologis, zikir dihadirkan sebagai solusi spiritual yang mampu memberikan ketenangan batin. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi makna, persepsi, dan pengalaman individu yang mempraktikkan zikir sebagai upaya mengatasi kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik zikir tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai terapi spiritual yang efektif. Zikir membantu menstabilkan sistem saraf, mengurangi gejala kecemasan, dan menciptakan ruang hening batin. Penelitian ini juga mengintegrasikan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas zikir dalam mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Dengan demikian, zikir layak menjadi alternatif dalam strategi manajemen kecemasan, khususnya dalam konteks psikologi transpersonal dan pendidikan spiritual.
References
Aisyatin Kamila. “Psikoterapi Dzikir Dalam Menangani Kecemasan.” Happiness, Journal of Psychology and Islamic Science 4, no. 1 (2022): 40–49. https://doi.org/10.30762/happiness.v4i1.363.
Aninda Cahya Savitri, Putu, and Ni Luh Indah Desira Swandi. “Intervensi Kecemasan Pada Mahasiswa : Literature Review.” Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi 4, no. 1 (2023): 43. https://doi.org/10.24014/pib.v4i1.20628.
Cholili, Abd Hamid, Fakultas Psikologi, Universitas Islam, Negeri Maulana, Malik Ibrahim, Dievya Nurill, Fakultas Psikologi, et al. “STUDI LITERATUR : ANALISIS FENOMENA PEMBERIAN PSIKOTERAPI DZIKIR DALAM MENGURANGI TINGKAT” 1, no. 1 (2024): 41–53.
Clarine, Michelle, and Juliana Hidradjat. “Pendekatan Konseling Pastoral Sebagai Solusi Dalam Mengatasi Kecemasan” 5, no. 1 (2025): 417–32.
Hakim, Muhammad Helmi, and Ratika Sekar Ajeng Ananingtyas. “Pengaruh Dzikir Terhadap Potensi Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Dengan Indikator Tekanan Darah Dan Detak Jantung.” Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual 5, no. 2 (2020): 384. https://doi.org/10.28926/briliant.v5i2.468.
Haryanto, Rudy. “Dzikir: Psikoterapi Dalam Perspektif Islam.” AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 9, no. 2 (2015): 338–65. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v9i2.475.
Hayat, Abdul. “Kecemasan Dan Metode Pengendaliannya.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 12, no. 1 (2017): 52–63. https://doi.org/10.18592/khazanah.v12i1.301.
Jaelani, Reza, and Dadang Ahmad Fajar. “Terapi Dzikir Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Stantri” 7, no. 1 (2024): 87–95.
Komarudin, Didin. “Konsep Tasawuf Modern Dalam Pemikiran Nasaruddin Umar.” Syifa Al-Qulub 3, no. 2 (2019): 96–111.
Najib, Muhammad Ainun. “Epistimologi Tasawuf Modern Hamka.” Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan 18, no. 2 (2018): 303–24.
Pujowati, and Kalih Sarjono. “Penatalaksanaan Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi .” Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat 9 (2023): 237–42.
Qonitah Tsabitah Azmi, and Shifa Salsabilah. “Regulasi Kecemasan Dengan Dzikir Dalam Sudut Pandang Psikologi Tasawuf.” Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 4 (2024): 121–28. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1434.
Warni. “Dzikir Dan Kesehatan Mental.” Repository Raden Intan Lampung 1, no. 1 (2017): xi + 85 hlm.
IKAMKU: Integration of Academics and Quality Society is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


.png)










