KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (PERSPEKTIF PAULO FREIRE)
Abstract
Pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep
pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, khususnya yang
ada pada siswa seperti keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan,
umur, dll. Karena itulah yang terpenting dalam pendidikan multikultural adalah seorang guru atau
dosen tidak hanya dituntut untuk menguasai dan mampu secara profesional mengajarkan mata
pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan. Lebih dari itu, seorang pendidik juga harus mampu
menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanisme, dan
pluralisme atau menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif pada siswa. Pada gilirannya,
out-put yang dihasilkan dari sekolah/ universitas tidak hanya cakap sesuai dengan disiplin ilmu yang
ditekuninya, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan
menghargai keberadaan para pemeluk agama dan kepercayaan lain. Konsep pendidikan Paulo Freire
dalam ruang pembelajaran atau interaksi belajar mengajar adalah Paulo Freire sama sekali tidak
menginginkan ada perbedaan atau pengklasifikasian status sosial yang akhirnya kemudian
memunculkan kaum dominan dan yang didominan yang besar kemungkinan akan melahirkan sebuah
konflik. Jika dikotomi angtara mengajar dengan belajar sampai menyebabkan pihak mengajar tidak
mau belajar dari peserta didik yang diajarnya, berarti sebuah ideology dominasi mulai tumbuh.
Paulo Freire hadir membawa misi pendidikan kritis namun disisi lain, Paulo Freire tidak akan lupa
akan pentinya sebuah perbedaan dan perbedaan itu harus saling menghargai, dan saling memahami.
Akhirnya penulis perpendapat inilah salah satu bentuk konsep pendidikan multicultural menurut
Paulo Freire
Downloads
References
__________, Pendidikan Masyarakat Kota, Agung Prihantoro, Penerj. (Yogyakarta: LKiS, 2003).
----------------,Pendidikan Sebagai Proses, Agung Prihanto, Penerj. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2000).
Fakih Mansour, dalam Jalan Lain: Manifesto Intelektual Organik, (Yogyakarta: Insist Prees, 2002).
Mahfud Choirul, Pendidikan Multikultural, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cetakan Kedua, 2008).
P, Sudirman. (2019). Pedagogi Kritis Sejarah, Perkembangan Dan Pemikiran (Tinjauan Pemikiran
Paulo Freire). Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol. 4, No. 2 (63-72). Institut Agama
Islam Muhammadiyah Sinjai.
----------------. (2019). Strategi Andra-Pedagogi Dalam Pendidikan Nilai ( Perspektif Filsafat Dan
Islam ). Jurnal Al Qalam Vol. 1, No. 1 (1-8). Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai.
Sumaryo, “Pendidikan Yang Membebaskan” dalam Martin Sardy, Mencari Identitas Pendidikan
(Bandung: Alumni, 1981).
Susetyo Beny, Politik Pendidikan Penguasa, (Yogyakarta: LKiS, 2005).
Tilaar H.A.R., Multikulturalisme, Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi
pendidikn, (Jakarta: Grasindo, 2004)
Yakin M. Ainul, Pendidikan Multikultural, Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan
Keadilan, (Yogyakarta: Pilar Media, 2005).
Yamin, Menggugat Pendidikan Indonesia, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2009)
Copyright Notice

Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










