https://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/issue/feedJurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir2026-01-19T06:01:58+00:00Siar Ni'mahalmubarakj1@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Al-Mubarak memuat naskah penelitian dan kajian ilmiah yang membahas tentang:</p> <p>1) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir;</p> <p>2) Kajian Kitab/Tokoh Tafsir (Klasik, Modern, Indonesia, Lokal);</p> <p>3) Tafsir Tematik;</p> <p>4) Kajian Living Qur'an;</p> <p>5) Metodologi Studi Al Quran dan Tafsir, serta isu-isu lainnya yang berhubungan dengan Kajian Al Quran dan Tafsir.</p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Judul Jurnal: Al-Mubarak </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><br><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Frekuensi: 2 Terbitan per tahun (Juni & Desember) </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><br><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">P -ISSN: </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1479711160"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2548-7248</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></a></strong><br><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> E-ISSN: </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1571477254"><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2715-5692</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span> </strong></a><br></span></span></span></span></span></span></p> <p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">URL: https://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></strong></p> <p> </p>https://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4118RESEPSI AL-QUR’AN PADA TRADISI REBO WEKASAN (Analisis Praktik Dzikir dan Shalat Li Daf’i Al-Bala’ di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor)2026-01-07T07:45:58+00:00Muhsinmuhsinhusain23@gmail.comAbdul Muhaimin Zenmuhaiminzen@iiq.ac.idSyamsul Ariyadisamsulariyadi@iiq.ac.id<p><em>Penelitian ini mengkaji bagaimana Al-Qur'an diterima dan diimplementasikan dalam tradisi Rebo Wekasan, khususnya melalui praktik dzikir dan shalat li daf'il bala' yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya tradisi Rebo Wekasan dalam budaya lokal masyarakat Megamendung dan bagaimana tradisi ini menjadi media untuk mengekspresikan keagamaan dan spiritualitas mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir dan shalat li daf'il bala' pada tradisi Rebo Wekasan memiliki makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat Megamendung. Praktik ini dianggap sebagai upaya untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT, serta sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai ancaman dan marabahaya. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya dinamika perubahan dan adaptasi dalam pelaksanaan tradisi ini, seiring dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Menyimpulkan bahwa resepsi Al-Qur'an dalam tradisi Rebo Wekasan di Kecamatan Megamendung merupakan manifestasi dari integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Praktik dzikir dan shalat li daf'il bala' tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara agama dan budaya dalam konteks lokal</em></p>2025-12-31T05:38:16+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4157ANALISIS NILAI-NILAI AL-QUR’AN DALAM PENGOBATAN MAJJAPPI-JAPPI DI DESA SALULEMO, KECAMATAN BAEBUNTA, KABUPATEN LUWU UTARA2026-01-07T07:45:56+00:00Irfan Jaya Sakti teguh_arafah@iainpalopo.ac.idHalimah Basri halimah.basri@uin-alauddin.ac.idMuhsin Mahfudzmuhsinmahfudz@uin-alauddin.ac.idRatnah Umarratnah_umar@iainpalopo.ac.idAhmad Taqiyuddin Takdirtaqiyuddintakdir16069@gmail.com<p><em>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis nilai-niali Al-Qur’an yang hidup dalam praktik pengobatan tradisional majjappi-jappi di Desa Salulemo, Kec. Baebunta, Kab. Luwu Utara. Metode penelitian ini adalah field research yang disajikan secara dekriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir dan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majjappi-jappi merupakan suatu metode pengobatan tradisional bugis yang bertujuan untuk meyembuhkan penyakit dengan cara berdo’a kepada Allah swt. Sehingga ilai-nilai Al-Qur’an yang termuat dalam metode pengobatan majjappi-jappi adalah nilai pengharapan melalui doa yang terinspirasi dari QS Gafir/40: 60 sebagai bentuk pengamalan maysyarakat Desa Salulemo dalam pengobatan majjappi-jappi dengan berdoa menggantungkan harapan terhadap kesembuhan pasien hanya kepada Allah swt., terdapat juga nilai bersaraah diri sepenuhnya (tawakkal) kepada Allah Swt. yang tergambar dalam QS. Al-Ma’idah/5: 23, nilai ikhtiar yang terefleksi dalam QS. Al-Syu’ara’/26: 80 yakni adanya keseimbangan antara usaha manusia dan sikap pasrah kepada ketentuan Allah swt, dan terakhir terkandung nilai menjadikan Al-Qur’an sebagai penawar suatu penyakit (syifā’)sebagai bentuk ekspresi masyarakat Desa Salulemo terhadap QS. Al-Isra’/17: 82.</em></p>2025-12-31T06:09:46+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4232DAKWAH DAN DIMENSI SOSIAL2026-01-07T07:45:54+00:00Kusnadi Kusnadiadhybugiez@gmail.comMujdalifamujdalifaa@gmail.comNurhafifah Abbasnurhafifa.hafifah@gmail.com<p><em>Dawah is a vital activity in Islam that is not limited to religious aspects, but also has a broad social dimension. Dawah aims to build a just, prosperous, and harmonious society. This study aims to understand the concept of dawah and social dimension, as well as the role of dawah in building social awareness and addressing social problems. This study uses a qualitative approach with a literature review method. The primary data sources are journal articles that discuss dawah and social dimension. The results show that dawah has an important role in building social awareness, addressing social problems, and building a more prosperous society. Dawah must be carried out by considering the social conditions of the community and interacting with various aspects of social life. Dawah and social dimension are two interrelated concepts that cannot be separated. Dawah can be an effective means of building a harmonious, just, and prosperous society if carried out in a wise and gentle manner</em></p>2025-12-31T07:01:56+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/3952Membangun Komunikasi yang Sehat antara Orang Tua dan Anak (Kajian Qur’an Surat Yusuf ayat 4-5)2026-01-07T07:45:50+00:00Fitriyah Syam'unpipit.ikanteri@gmail.com<p>Values and norms can be conveyed and instilled through healthy communication between parents and children, thereby fostering positive mental qualities in children. That is why creating healthy communication between parents and children is important, as it plays a role in children's growth and development. How can parents build such communication to create healthy communication between parents and children? Here, the author refers to the story of communication between Jacob and Joseph, as mentioned in the Quran, Surah Yusuf, verses 4-5. How does Islam regulate healthy communication between parents and children through the story of Yusuf in the Quran? Research findings indicate that there are many values of healthy communication between parents and children that the Quran presents from the story of Jacob with little Joseph. Among these are the communication methods employed by Jacob as. toward Jospeh, which are characterized by kind, gentle, and calm words and language, speaking while considering and respecting the child’s feelings, and engaging in open and equal communication. These values can be derived from the story of Jacob as. with little Joseph as. depicted in Surah Yusuf, verses 4-5.</p>2025-12-31T08:10:54+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4286DAKWAH QUR’ANI DI TENGAH PUSARAN KORUPSI (Analisis Instrumen Penguatan Moralitas Umat)2026-01-07T07:45:49+00:00Abdul Wahidwahidnasywa@gmail.com<p>Praktik korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa yang telah menggerogoti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang merugikan masyarakat luas. Meskipun jauh sebelumnya Islam secara tegas melarang umatnya untuk melakukan perbuatan tersebut. Maraknya korupsi di tanah air menunjukkan adanya kesenjangan antara ajaran normatif agama dan realitas kehidupan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dakwah Qur'ani yang efektif dalam upaya penguatan moralitas masyarakat di tengah pusaran korupsi.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur'an yang relevan dengan nilai-nilai integritas, kejujuran dan keadilan, serta implementasinya dalam konteks dakwah saat ini dan mendatang. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka dan analisis mendalam terhadap model-model dakwah yang menekankan pembangunan karakter.Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa dakwah Qur'ani memiliki peran strategis dan urgen tidak hanya sebagai upaya preventif, tetapi juga dalam menanamkan rasa tanggungjawab sosial dan keimanan kepada Allah SWT. Instrumen efektif penguatan akhlak umat seperti: (1) Penekanan terhadap akibat dosa besar korupsi yang merusak tatanan kehidupan dan menghambat terkabulnya do’a. (2) Integrasi nilai-nilai antikorupsi (kejujuran, disiplin, tanggungjawab, keadilan, dan lainnya ke dalam materi dakwah melalui keteladanan para tokoh dan elit bangsa dan (3) Pemanfaatan media digital secara etis dan profesional untuk yang memuat pesan-pesan moral agama khususnya yang berkaitan mudharat praktik korupsi.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan akhlak melalui dakwah Qur'ani tidak hanya memerlukan penegasan kembali secara normatif terkait prinsip-prinsip etika dalam Islam, namun lebih dari itu pengamalan nilai-nilai tersebut melalui alur struktural dan kultural yang efektif demi membentuk komitmen moral individu dan umat yang kuat.</p>2025-12-31T13:39:09+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4255PRINSIP KESEIMBANGAN ANTARA AL-‘USR (KESULITAN) DAN AL-YUSR (KEMUDAHAN) DALAM AL-QUR’AN; PEDOMAN BAGI MUSLIM DALAM MENYIKAPI KEHIDUPAN MODEREN 2026-01-07T07:45:47+00:00Muhammad Zulkarnain Mubharalqarnain@gmail.comHawirah Hawirahhawirahiaim@gmail.comImam Zarkasyi Mubhar el.imam086@gmail.com<p>Penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan Muslim modern yang semakin kompleks akibat tekanan teknologi, dinamika sosial, dan perubahan budaya yang cepat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya fondasi nilai yang mampu menjaga keseimbangan mental, spiritual, dan sosial. Al-Qur’an menawarkan prinsip fundamental mengenai keseimbangan antara kesulitan (<em>al-‘usr</em>) dan kemudahan (<em>al-yusr</em>), sebagaimana ditegaskan dalam QS al-Insyirāḥ [94]: 5–6 serta ayat-ayat lain yang menekankan bahwa syariat diturunkan untuk menghadirkan kemudahan, bukan memberatkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep keseimbangan tersebut melalui pendekatan tafsir klasik, modern, dan kontemporer, sekaligus menjelaskan relevansinya bagi Muslim modern dalam merespons dinamika kehidupan masa kini. Rumusan masalah meliputi: (1) bagaimana konsep <em>al-‘usr–al-yusr</em> dipahami dalam khazanah tafsir; (2) bagaimana prinsip tersebut membentuk sikap mental, spiritual, dan sosial Muslim modern; dan (3) bagaimana penerapannya dapat menjadi pedoman praktis dalam menghadapi perubahan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keseimbangan ini tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga operasional. Ia membimbing Muslim untuk bersikap adaptif, resilien, dan berorientasi pada kemaslahatan di tengah tantangan modernitas, serta mampu mengubah kesulitan menjadi peluang pertumbuhan spiritual maupun sosial.</p>2025-12-31T14:12:30+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4285DALIL AL-QUR’AN FATWA MUI SULAWESI SELATAN TENTANG UANG PANAI’ (Analisis Maqâshid al-Qur’ân)2026-01-07T07:45:29+00:00Haedir Zulfikar Zulfikarhaedirzulfikar99@gmail.comM.Darwis Hudedarwis@ptiq.ac.idSyahrullah Iskandarsyahrullah@uinjkt.ac.id<p>Penelitian ini menyimpulkan bahwa fatwa MUI Sulawesi Selatan No. 02 Tahun 2022 tentang Uang Panai’ merepresentasikan upaya serius dalam merespons permasalahan sosial-keagamaan masyarakat Bugis-Makassar melalui pendekatan yang moderat dan berkeadilan. Seluruh ayat Al-Qur’an yang dirujuk dalam fatwa tersebut mencerminkan nilai-nilai <em>maqâshid al-Qur’ân</em>: <em>irâdat al-taysîr</em>, <em>al-ihsân wa al-‘adâlah</em>, <em>al-Sakînah wa al-rahmah</em>, <em>al-amanah wa al-mas’uliyyah</em>, <em>takrîm al-insân</em>, <em>al-‘urf al-shâliẖ, al-‘ubûdiyyah wa al-ikhlâsh.</em> Analisis menunjukkan bahwa fatwa ini memiliki fondasi normatif yang kuat untuk mengarahkan tradisi uang panai’ agar tetap sejalan dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur tentang <em>maqâshid al-Qur’ân</em>, fatwa, Majelis Ulama Indonesia, uang panai’, serta tafsir-tafsir klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitis yang berusaha menggambarkan secara sistematis dan menganalisis secara mendalam substansi dalil al-Qur’an dalam perspektif <em>maqâshid al-Qur’ân</em><em>.</em></p>2025-12-31T18:44:56+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4262DAGING SINTESIS DALAM AL-QU’RAN : STUDI TEMATIK AYAT-AYAT TENTANG MAKANAN HALAL2026-01-07T07:46:04+00:00Khoiruddin Ali Rahman khoiruddinalirahman123@gmail.comHamidullah Mahmudhamidullah.mahmud@uinjkt.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kehalalan daging sintesis dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan studi tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat makanan halal. Kajian ini berfokus pada relevansi ayat seperti QS. Al-Baqarah:168, QS. Al-Mā’idah:3, dan QS. Al-Mu’minūn:51 dalam menilai bahan awal, proses kultur sel, media pertumbuhan, dan potensi istihālah dalam produksi daging sintesis. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif berbasis kepustakaan dengan menelaah tafsir klasik–kontemporer, jurnal bioteknologi pangan, dan dokumen fatwa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sintesis berpotensi dinyatakan halal apabila bahan awal berasal dari hewan halal yang diambil secara etis, media kultur tidak mengandung unsur haram seperti darah (FBS), serta proses pembuatannya higienis dan memenuhi prinsip halalan ṭayyiban. Selain itu, konsep istihālah dapat menjadi dasar perubahan hukum apabila terjadi transformasi zat secara sempurna. Kajian ini menegaskan bahwa daging sintesis dapat diterima secara syariat jika memenuhi persyaratan bahan, proses, dan kemaslahatan sesuai maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ an-nafs dan ḥifẓ al-bi’ah.</em></p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4313Implementasi Pendidikan Qur’ani dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Darul Qur’an Lanre Said2026-01-07T07:46:01+00:00Badiana Badianabadianasinjai@gmail.comWahyuningsinh Wahyuningsihwahyuningsihsiraj@gmail.comAulia Anandaauliananda0123@gmail.com<p>Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual santri. Seiring dengan perkembangan zaman, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengajaran ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan holistik melalui penerapan sistem <em>living education</em> atau pendidikan 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pendidikan Qur’ani yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Qur’an Lanre Said, khususnya dalam pembinaan karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pimpinan pesantren, ustadz, pengasuh asrama, penanggung jawab program <em>life skill</em>, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Darul Qur’an Lanre Said berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dengan fokus pada program tahfidz, pembinaan adab, dan penguasaan dasar ilmu syariah. Penerapan sistem <em>living education</em> 24 jam memungkinkan proses internalisasi nilai moral, kedisiplinan, dan kemandirian santri berlangsung secara alami melalui pembiasaan kehidupan sehari-hari. Meskipun pesantren ini masih berada pada tahap awal pengembangan dengan keterbatasan fasilitas, pendidikan Qur’ani telah menjadi fondasi kuat dalam pembentukan karakter santri yang berakhlak mulia dan berjiwa Qur’ani.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4117BAI’AT DALAM TAFSIR HARAKI (Studi Komparasi Tafsi>r fi> Z{ila>l Al-Qur’a>n dan Min Wahyi Al-Qur’a>n)2026-01-08T07:13:03+00:00Ihsan Nudinsahnunmiskati@gmail.comAhmad Syukronahmadsyukron@iiq.ac.idSyamsul Ariyadisamsulariyadi@iiq.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi bai’at dengan kehidupan modern saat ini dalam tafsir haraki melalui pendekatan komparatif terhadap dua tafsir terkemuka: "Fi Dzilal al-Qur'an" karya Sayyid Quthb dan "Min Wahyi al-Qur'an" karya Muhammad Husain Fadlullah. Bai’at, sebagai janji setia dalam Islam, memiliki peran penting dalam membangun ikatan antara individu dan kepemimpinan dalam konteks dakwah dan gerakan Islam.</em><em> penelitian</em><em> ini memiliki tema yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Samsul Bahri, Zainuddin dan Muhammad Husni bin Ismail dengan judul “Bai’at Dalam Al-Qur’an Menurut Ibnu Katsir” yang dimuat dalam Jurnal of Islamic Studies pada tahun 2019 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pada penelitian tersebut hanya Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan utama, sedangkan pada penelitian ini menjadikan dua kitab tafsir sebagai rujukan utama; Tafsir fi Zilal Al-Qur’an dan Min Wahyi Al-Qur’an.</em></p> <p><em>Jenis penelitian ini adalah penelian kepustakaan (library research) dengan pendekatan studi komparasi yang deskriptif dan analitif. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentatif dalam pengumpulan data. Dalam menganalisa menggunakan teknik analisa konten (content analysis). Hasil penelitian ini adalah pertama, baiat merupakan ajang pembuktian jati diri seorang muslim untuk menjadi mukmin yang sesungguhnya. Baiat yang benar akan mendapat ridha Allah dan sebaliknya, jika tidak maka perlu ditinjau ulang baiat tersebut. Kedua, baiat masih relevan hingga kehidupan kontemporer saat ini meliputi tiga aspek kehidupan; ibadah, siyasah dan muamalah..</em></p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4121DIMENSI I’JA<Z LUGHAWI< PADA REPETISI AYAT (Studi Analisis Tafsir al-Muni>r Dalam Surah Asy-Syu’ara<, Surah Ar-Rahma<n Dan Surah Al-Mursala<t )2026-01-08T07:35:53+00:00Nasrullahnasrullah@alumni.iiq.ac.idZiyadul Haqziyad.ulhaq@iiq.ac.idSyamsul Ariyadisamsulariyadi@iiq.ac.id<p><em>This research aims to explore the dimension of i'jaz lughawi (linguistic miracle) in the repetition of Quranic verses through the analysis of Tafsir Al-Munir. The primary focus of this study is on Surah Asy-Syuara, Surah Ar-Rahman, and Surah Al-Mursalat. The research method employed is qualitative analysis with a thematic exegesis approach, where Tafsir Al-Munir serves as the main source for understanding the meaning and implications of verse repetition in these three surahs. The findings indicate that the repetition of verses in the Quran not only functions as a rhetorical device but also serves to emphasize important messages, strengthen the reader's memory, and highlight specific aspects of Islamic teachings. In Surah Asy-Syuara, repetition serves to affirm the steadfastness of the prophets and their communities in facing challenges. Surah Ar-Rahman highlights Allah's mercy through the repetition of the phrase "Fabi ayyi aalaaa'i rabbikumaa tukaththibaan," inviting humans to reflect on and ap preciate His blessings. Meanwhile, in Surah Al-Mursalat, repetition is used to warn and affirm the certainty of the Day of Judgment. This study concludes that the repetition of verses in the Quran possesses aesthetic value and profound meaning, demonstrating the i'jaz lughawi that underscores the superiority and uniqueness of this sacred text. The study also enriches the understanding of how Tafsir Al-Munir highlights the aspects of linguistic miracles in the Quran.</em></p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/4236KONFLIK SEMU ANTARA LOGIKA DAN AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM STUDY PUSTAKA ATAS KARYA AL GHAZALI DAN IBNU RUSYD 2026-01-08T08:01:13+00:00Rudhijayadirudhi@gmail.comMuh. Sakti Tahirmsaktitahiruin@gmail.comChairunnisa Djayadinchairunnisadjayadin123@gmail.comMuh Akbar Lamiadam.akbarlamiada@gmail.com<p><em>The conflict between logic and religion is often considered a polemic that hinders the development of Islamic thought. However, this study finds that the dispute between Al-Ghazali and Ibn Rushd regarding logic and religion is more of a superficial conflict, rather than a substantial disagreement. This literature review analyzes the major works of both figures, such as Tahafut al-Falasifah (Al-Ghazali) and Tahafut al-Tahafut (Ibn Rushd), to explore their contributions to Islamic education. The results show that their differences actually provide an opportunity for the integration of religious knowledge, philosophy, and logic into the Islamic education curriculum. Thus, contemporary Islamic education needs to be integrative and adaptive to face the challenges of the times.</em></p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsirhttps://journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/3966Pendekatan Sejarah dalam Kajian Tafsir: Relevansi Kontekstual terhadap Pemahaman al-Qur’an di Era Modern2026-01-19T06:01:58+00:00Dindin Moh Saepudinmohsaepudind@gmail.comIzzahFaizah Siti Rusydati Khaerani izzahfaizahsiti@uinsgd.ac.idBunbun Muhammad Burhanuddin bunbunmuhamadburhanudin@gmail.com<p>The historical approach to tafsir reflects the transformation of understanding of the Qur'an, which is not limited to doctrinal aspects, but also encompasses the complex social phenomenon. This approach allows researchers to analyze the Qur'an in a broader context, connecting the sacred text with the social, cultural, and political conditions of its time. This approach provides a broader perspective on the meaning of the Qur'an. The method used in this study is qualitative with a literature review approach, which examines how the historical approach has developed from the era of the classical scholars to the present. The results of the study show that understanding the Qur'an through a historical approach provides new insights relevant to contemporary contexts. By analyzing <em>lafaz</em> <em>(words)</em>, the background of the verses, and socio-linguistic aspects, this study aims to understand the meaning of the verses of the Qur'an more deeply. This approach not only enriches tafsir studies, but also contributes to a more comprehensive and contextualized understanding of Islam, making it relevant in addressing the challenges of the modern era.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir