THE URGENCY OF REFORMING ISLAMIC CRIMINAL LAW THROUGH IJTIHAD IN RESPONSE TO CONTEMPORARY SOCIAL CHALLENGES IN INDONESIA
Abstract
Pembaruan hukum pidana Islam merupakan kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika sosial modern, khususnya dalam konteks Indonesia yang memiliki sistem hukum pluralistik. Rekonstruksi hukum pidana Islam melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah membuka ruang reinterpretasi terhadap ketentuan ḥudūd, qiṣāṣ, dan ta‘zīr agar lebih selaras dengan prinsip keadilan substantif. Para pemikir kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Hallaq, dan al-Jabiri, menekankan pentingnya pembacaan historis-sosiologis yang rasional untuk memastikan relevansi syariat dalam menghadapi perubahan sosial. Pendekatan ta‘zīr yang fleksibel, prinsip pemaafan dalam qiṣāṣ, serta integrasi nilai-nilai restoratif dan rehabilitatif menunjukkan bahwa hukum pidana Islam memiliki kapasitas adaptif terhadap tantangan modern seperti kejahatan siber, bioetika medis, dan disrupsi teknologi. Dalam konteks Indonesia, pembaruan hukum Islam diperkaya oleh tradisi pemikiran modernis, terutama melalui peran Muhammadiyah dan gerakan pembaruan lainnya. Ijtihad memainkan fungsi sentral sebagai instrumen metodologis dalam menetapkan hukum terhadap masalah-masalah baru melalui qiyās, istihsān, mashlahah mursalah, dan pendekatan maqāṣid. Efektivitas ijtihad bergantung pada kompetensi keilmuan mujtahid, integritas moral, serta pemahaman mendalam terhadap realitas sosial. Dengan demikian, pembaruan hukum pidana Islam berbasis maqāṣid dan rasionalitas bukan hanya mendukung relevansi hukum Islam dalam konteks kontemporer, tetapi juga berperan strategis dalam menghadirkan sistem hukum yang adil, humanis, dan kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat modern.
References
Abd al-Wahhab Khallaf. Ilmu Ushul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Abu bakar, R. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian.
Al-Qaradawi, Y. (1994). Ijtihad dalam Syariat Islam.
Al-Syathibi, Abu Ishaq. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari‘ah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Amir, A. N. (2020). Ammad Abduh di Kepulauan Indonesia.
Anderson, N. (1976). Law Reform in the Muslim World.
Anisa, L. N. (2025). Reformasi Hukum Pidana Islam. JIEL, 2(1), 1–19.
An-Na‘im, A. A. (2008). Religion, the State, and Constitutionalism.
An-Na‘im, A. A. (2014). “Islamic Politics and the Neutral State.” Dalam Rawls and Religion.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law.
Aziz, J. A. (2015). Pemikiran Politik Islam Muhammad Abid Al-Jabiri.
Azra, A. (2012). Islam Nusantara.
Bagir, Z. A. & Martiam, N. (2016). Islam: Norms and Practices.
Bassiouni, M. C. (2013–2016). Berbagai karya tentang hukum Islam dan HAM.
Creswell, J. W. (2021). Mixed Methods Research.
Darliana, D., Sapriadi, S., & Nur, M. A. (2022). Pembaharuan Hukum Islam (Istihsan).
Depag RI (2005). Kompilasi Hukum Islam.
Faiz dkk. (2021). Metode Istinbat Hukum Islam Kontemporer; Pembaharu Hukum Islam Kontemporer.
Fajar, M. S. dkk. (2025). Quranic Reasoning on Modern Single Behavior.
Gaffar, A. dkk. (2023). Hukum Islam dan Efek Jera.
Gunawan, E. (2017). Peranan Pengadilan Agama dalam Pembaruan Hukum Islam.
Hallaq, W. (2019). Reforming Modernity (Appendix).
Hallaq, W. B. (2009). An Introduction to Islamic Law.
Hasbalah Thaib. Peranan Ijtihad dalam Pembaruan Hukum Islam.
Ibrahim Husen. Fiqh Perbandingan.
Izzah, N. (2025). Kontekstualisasi Tafsir Talak (Double Movement).
Jaffe, D. dkk. (2005). Export of Atmospheric Mercury.
Kamali, M. H. (2009–2017). Karya-karya tentang kewarganegaraan, konstitusi, moderasi, dan diplomasi dalam Islam.
Khairiyanto, K. (2019). Pemikiran Afghani dan Abduh.
M.Ag dkk. (2022). Metode Ijtihad Kontemporer Fazlur Rahman.
Mufidah, L. N. (2017). Pendekatan Teologis dalam Kajian Islam.
MUI (2020). Himpunan Fatwa MUI.
Mustofa, I. (2013). Ijtihad Kontemporer dan Pembaruan Hukum Keluarga.
Nasution, H. (1986). Islam Rasional.
Novia, A. (2016). Fiqh Legal Maxim dalam Fatwa DSN-MUI.
Patton, M. Q. (2002). Developments in Qualitative Inquiry.
Peters, R. (2005). Crime and Punishment in Islamic Law.
Rahman, S. dkk. (2000). Salinity-Induced Alterations in Rice.
Ridwan, M. (2018). Fleksibilitas Hukum Ekonomi Syariah.
Riyantoro, S. F. (2021). Kebutuhan Pembaruan Hukum Islam.
Robbi Hardiansyah Manik dkk. (2024). Peran Ijtihad dalam Menjawab Tantangan Modern.
Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an.
Sapriadi, S. dkk. (2022–2025). Karya tentang sistematika hukum Islam dan perkembangan ijtihad.
Saputra, H. (2016). Transformasi Sosial: Pemikiran Al-Jabiri.
Sebti, M. (2010). The Decline of Thought in the Arab World.
Sugiyono (2017–2019). Metode Penelitian.
Suratmaputra, Ahmad Munif. Filsafat.
Wahbah al-Zuhaili. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu.
Weiss, C. H. (1998). Use of Evaluation.
Wendi, N. (2016). Pengaruh Peradaban Islam terhadap Dunia Barat.
Yusuf al-Qardhawi. (1994). Ijtihad Kontemporer; (1987). Dasar Pemikiran Hukum Islam.
Zohdi, A. (2017). Epistemologi Ilmiah dalam Perspektif Al-Jabiri.
Copyright (c) 2026 Sapriadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The authors of a work hold the copyright and grant Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.

2.png)
1.png)
2.png)
1.png)
1.png)
1.png)
1.png)
.png)
.jpg)
.png)


