RIBA PERSPEKTIF SEJARAH DAN RELIGIUSITAS

  • St.Hadijah Wahid Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
  • Sapriadi
  • Karina Alifiana Karunia
Keywords: Riba, Perspektif Sejarah, Religuisitas.

Abstract

Eksistensi riba telah dikaji baik dalam tataran dunia akademik maupun pada kitab-kitab klasik. Akan tetapi, hingga saat ini praktik riba masih terjadi diberbagai aktivitas, baik dalam jual beli, hutang piutang, maupun transaksi-transaksi lainnya. Pandangan Islam, riba tidak hanya dipandang sebagai hal yang haram untuk dilakukan, akan tetapi merupakan perbuatan yang tidak memiliki moralitas bagi pelaku riba. Pelarangan melakukan praktik riba tidak hanya terjadi pada masa Islam, melainkan sebelum Islam agama lain seperti Yahudi dan Nasrani juga melarang pengambilan riba. Dengan demikian, riba membutuhkan penelaran konsep riba dari kitab-kitab klasik dari segi sejarah, konsep maupun legalitas hukum riba.

The existence of usury has been studied both in the academic world and in classical books. However, until now the practice of usury still occurs in various activities, both in buying and selling, accounts payable, and other transactions. Thus, usury requires special learning. This research is a quantitative type of research, while the specification of this research is descriptive analytical, namely research that explains the situation that occurs, with the aim of bringing out facts, followed by analysis, aiming to find answers to the problem of usury. The collection of legal materials in this writing is done by conducting library research and document studies. The main approach taken is interpretation (historical and religious). Based on the results of the research conducted by the author, it can be concluded that in the Islamic view, usury is not only seen as an unlawful thing to do, but is an act that has no morality for the perpetrator of usury. The prohibition of practicing usury did not only occur during the Islamic era, but before Islam, other religions such as Judaism and Christianity also prohibited the taking of usury. Broadly speaking, usury is grouped into two, namely: usury due to accounts payable and usury due to buying and selling.

References

1. Abdul Hadi, Abu Sura'i. Bunga Bank dalam Islam, alih Bahasa M. Thalib. Surabaya: Al-Ukhlas, 1993.
2. Abū Zahrah, Muhammad, Buhūsu fi al-Ribā, cet.1, Bairut: Dār al-Buhus al- Ilmīyah, 1399 H/ 1980 M.
3. Al-Jaziri, Abd ar-Rahman. Kitab al-fiqh 'ala al-Mazahib al-Arba'ah. Bairut: Dar al-Fikr, 1972.
4. Antonio, Muhammad Syafi'i. Bank Syariah bagi Bankir dan Praktisi Keuangan, cet. I, Jakarta: Tazkia Institute, 1999.
5. Ash-Shawi, Shalah, dan Abdullah al-Muslih. Fikih Ekonomi Keuangan Islam alih bahasa Abu Umar Basyir, cet. I, Jakarta: darul Haq, 2004.
6. Bahreisy, Salim dan Said bahreisy, Terjemahan Singkat Tafsir Ibnu Katsir,Jilid. I, surabaya: Bina Ilmu, 1993
7. Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur'an dan trejmahan, Edisi Revisi. Semarang: PT. Kumudasmoro Grafindo, 1994.
8. Gedung Pusat Pengembangan Islam. Buku Pintar BMT Unit Simpan Pinjam dan Grosir, Pinbuk Jawa Timur. Surabaya: Jl. Dukuh Kupang 122-124.
9. Lubis, Suhrawardi K. Hukum ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.
10. Maududi, Syaekh Abul A'la, Al, Berbicara tentang Bunga dan riba, alih bahasa Isnando. Jakarta: Pustaka Qalami, 2003.
11. Muhammad, dan R. Lukman fauroni. Visi al-Qur'an tentang Etika dan Bisnis, Jakarta: Salemba Diniyah, 2002.
12. Muhammad, Manajemen bank Syariah. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) AMP YKPN, 2002.
13. Munawwir, Ahmad Warson. al-Munawwir, Kamus Arab-Indonesia, cet. 14. Yogyakarta: P. al-Munawwir, 1997.
14. Muslim, Imam, Sahih Muslim, Bairut: Dar al-Fikr, 1412 H/1992 M, 8 Juz
15. Nausiton, Khoiruddin. Riba dan Poligami, Sebuah Studi atas Pemikiran Muhammad Abduh, cet. I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar bekerjasama dengan Academia, 1996.
16. Noeng Moehajir, Metode Penelitian Kualitatif, ed III. cet ke-7 (Yogyakarta: Rake Sarasin, 1998), h. 104.
17. Perwaatmadja, Karnaen. Apakah Bunga sama dengan Riba?, Kertas Kerja Seminar Ekonomi Islam. Jakarta: LPPBS, 1997.
18. Saeed, Abdullah. Islamic Banking and Interest: a Study of the Prohibition of Riba and its Contemporary Interpretation. Leiden; New York; Koln; Brill, 1996.
19. Sarjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, cet. ke-3 (Jakarta: UI Press, 1986), h. 10.
20. Sukarja, Ahmad dalam H. Chuzaima T. Yanggo dan HA. Hafiz Anshary Az (ed), Problematika Hukum Islam Kontemporer. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1997.
21. Tim Pengembangan Syariah institut bankir Indonesia. Konsep, Produk dan Implementasi Operasional Bank Syariah. Djambatan, 2002.
22. Undang-undang Perbankan. Undang-undang No. 10 Th 1998 tentang Perubahan Undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. Jakarta: sinar Grafika, 2005 Abdullah al-Mushlih,Fikih Ekonomi Keuangan Islam. cet. I, Jakarta: Darul Haq, 2004, h. 89-90.
Published
2020-09-21