PERLINDUNGAN HAK ASASI PEREMPUAN DALAM HUKUM ISLAM PROTECTION OF WOMEN’S RIGHTS IN ISLAMIC LAW
Abstract
The position of women in Islamic law is very noble and receives considerable attention and occupies a very important position, namely: First, the review of Islamic laws on women's rights in society that women occupy an unprecedented position of importance. The debate on women's fundamental rights and their limits has become a crucial issue, raising questions about the rights of women in Islam and remaining an important issue today. The method of this research is the legal research with a normative theological approach that examines the issue of Islamic law and a conceptual approach to examining the issue conceptually. Islam came to bring the principle of equality among all mankind, no difference but fear. Islamic law encompasses women's rights in the fields of religion (including; right in religion, right in worship), social sphere of society (includes; rights in politics, teaching and work), the field of law. (meliputi; hak dalam ekonomi, kewarisan, perkawinan dan peradilan). Secondly, the Islamic law protects women's human rights with respect to inheritance, testimony, appointment of fiancé, determination of marriage, acquisition of treasury, food and board.
Kedudukan perempuan dalam hukum Islam sangat mulia dan mendapat perhatian yang cukup besar serta menempati posisi yang sangat penting, yaitu : Pertama, tinjauan hukum Islam tentang hak asasi perempuan dalam masyarakat yaitu perempuan menempati kedudukan penting yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Perdebatan mengenai hak-hak dasar perempuan dan batasannya menjadi hal yang sangat krusial sehingga menimbulkan pertanyaan tentang hak asasi perempuan di dalam Islam dan menjadi isu yang masih penting dewasa ini. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian hukum dengan pendekatan teologi normatif yakni menelaah isu terhadap hukum Islam dan pendekatan konseptual yakni menelaah isu secara konsep. Islam datang membawa prinsip persamaan diantara seluruh manusia, tidak ada perbedaan kecuali takwa. Hukum Islam menempati hak asasi perempuan dalam bidang agama (meliputi; hak dalam aqidah, hak dalam ibadah), bidang sosial kemasyarakatan (meliputi; hak dalam politik, pengajaran dan pekerjaan), bidang hukum (meliputi; hak dalam ekonomi, kewarisan, perkawinan dan peradilan). Kedua, Hukum Islam memberikan perlindungan terhadap hak asasi perempuan menyangkut kewarisan, kesaksian, menentukan jodoh, menentukan mahar, memperoleh sandang, pangan dan papan.
References
Al-Baqy, M. F. A. (1987). al-Mu’jam al-Mufarras li al-Fadh al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Jaziri, A. (1990). Al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah. Mesir: Dar al-Irsyad.
Al-Thayyibi, U. A. M., & Waassaujah, A.-S. al-M. fi al-B. (2002). Etika Muslimah: Bimbingan Praktis dari Serambih Rasulullah saw. Jakarta: Cendekia.
Albar, M., & Al-Mizan, A. al-M. fi. (1999). Wanita Karier dalam Timbangan Islam: Kodrat Kewanitaan, Emansipasi dan Pelecehan Seksual. Jakarta: Pustaka Azzam.
Alimah. (2003). Yang Tidak Dimengerti Wanita Akan Dirinya. Jakarat: UIN Syarif Hidayatullah.
Baidan, N. (1999). Tafsir bi al-Ra’yu: Upaya Penggalian Konsep Wanita dalam Alquran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departemen Agama RI. (2020). Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 4:1. Bandung: CV Penerbit Jumanatul ‘Ali-Art (J-Art).
Fadhlullah, S. M. H. (2000). Dunia Wanita dalam Islam. Jakarta: Lentera.
Hamid, S. (2000). Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam. Jakarta : Amissco.
Hamid, S. (2001). Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam. Jakarta : Amissco.
Hanbal, I. A. I. (2012). Musnad al imam ahmad ibnu hanbal jilid 3 / Imam Ahmad Ibnu Hanbal. Beirut : Dar al Fikr.
Handayani, T., & Sugiarti. (2002). Konsep Penelitian Gender. Malang: UMM Press.
Ja’far, M. A. Q. (2002). Al-Huquq al-Siyasiyyah li al-Mar’ah fi al-Islam wa al-Fikr wa al-Tasyri’ al-Mu’ashar. Jakarta: Amzah.
Lopa, B. (1996). Alquran dan Hak-Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Dana Bakti Prima Yasa.
Lsroqunnajah. (2001). DORSUMSISI, AWAL KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ? EL HARAKAH, 3(1), 9–21.
Marzuki, P. M. (2015). Penelitian Hukum. Kencana Prenada Media Group.
Mernissi, F. (1998). Democracy Fear of the Modern World (Islam dan Demokrasi). Yogyakarta: LKIS.
Muhammadiyah. (2003). Matahari Bersinar di Atas Negara. Jakarta: Cendekia.
Qazan, S. (2001). Nahwa Fikrun Nisa’iyyin Harakayyin Muhazham. Solo: Era Intermedia.
Ropi, J. (2003). Pandangan Ormas Islam: Citra Perempuan dalam Islam. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Shihab, Q. (1996). Wawasan al-Quran. Bandung: Mizan.
Wahid, A., & Irfan, M. (2001). Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual. Bandung: PT. Redika Aditama.
Yasin, M. B., & Tas’adiy, M. (1997). Wanita Karier dalam Perbincangan. Jakarta: Gema Insani Press.
Zaini, W. (1999). Memposisikan Kodrat: Perempuan dan Perubahan dalam Perspektif Islam. Jakarta: Mizan.
Zenr, F. (2001). PEREMPUAN DAN KEKERASAN: Memposisikan Konsep Kekerasan Perspektif al-Qur’an. EL HARAKAH, 3(1), 112–116.
The authors of a work hold the copyright and grant Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.

2.png)
1.png)
2.png)
1.png)
1.png)
1.png)
1.png)
.png)
.jpg)
.png)


