AL-QIYAS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP ISTINBAT HUKUM (SUATU ANALISIS TERHADAP MASALAH HUDUD DAN KAFFARAT)
Abstract
Persoalan yang tidak didapatkan nashnya secara langsung di dalam al-Qur’an dan sunnah. Menjadikan masalah ummat Islam yang butuh kepastian hukum, dalam hal ini terdapat metode yang dapat dijadikan sebagai dalil syara(sandaran hukum) selain al-Qur’an dan hadis yakni qiyas. Berdasarkan hal tersebut sehingga rumusan masalah yang diangkat “Bagaimana kehujjahan qiyas dalam penetapan hukum terutama dalam masalah hudud dan kaffârat serta implikasi perbedaan pandangan ulama. Jenis penelitian adalah library research dengan menelaah data sumber sekunder dengan bahan hukum primer dengan pendekatan yuridis normatif kajian yang bersumber dari al-quran dan al-hadist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Perbedaan pendapat oleh para ulama tentang kehujjahan qiyas itu sendiri dapat memberi pengaruh yang sangat besar ataukah tidak terhadap status hukum suatu persoalan, terutama dalam masalah hudud dan kaffârat. Penetapan hukuman atau sangsi dalam masalah hudud dan kaffârat bisa berbeda karena menggunakan qiyas atau tidak. Misalnya, hukum potong tangan bagi al-nabbâsy, jika penetapan hukumnya berdasarkan qiyas, namun jika tidak berdasarkan qiyas, maka hukumannya bukan potong tangan. Selanjutnya Kehujjahan qiyas tidak disepakati penggunaannya oleh para ulama. Ada yang menyetujuinya dan menetapkannya sebagai dalil syara’ yang ke IV. Mereka mengemukakan dalil-dalil, baik dari al-Qur’an, hadis maupun dalil rasional. Mereka mengemukakan argumentasinya dengan menunjukkan dalilnya.
References
Ali, Atabik dan Ahmad Zuhdi.(1983) Kamûs al-‘Ashrî. Yogyakarta: Multi Karya Grafika, tth.
al-Âmidî, Saif al-Dîn Abi al-Hasan Ali bin Abi Ali bin Muhammad. (1994 M.) al-Ahkâm fî Ushûl al-Ahkâm, Jil. III. Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
al-Asqallânî,Ahmad bin Ali bin Hajar. Lisân al-Mizân, Juz. III; Bairut: Dar al-Fikr, tth.
_______ Tahdzîb al-Tahdzîb , Juz. III; Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
al-Gazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad.( tth.) al-Musytashfâ Min ‘Ilmi al-Ushûl, Jil. II. Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
al-Khallâf, Abd al-Wahhâb, (1978)‘Ilm al-Ushûl al-Fiqh. ttp: Dar al-Qalam.
al-Khin, Mushthafa Sa’id, (tth) Atsar al-Ikhtilâf fi al-Qawâ’id al-Ushûliyah fî al-Ikhtilâf al-Fuqahâ. ttp: Mu’assasah al-Risalah.
al-Khudharî Bik, Muhammad, (1969) Ushûl al-Fiqh. Mishr: al-Maktabah al-Tijâriyah al-Kubrâ
al-Râzî, Fakhr al-Din Muhammad bin Umar bin al-Husain, (1988) al-Mahshûl fî ‘Ilmi Ushûl al-Fiqh, Jil. III. Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
al-Suyûthî, Jalâl al-Din bin Abi Bakar,( 1990) Al- Jâmi’ al-Shagîr, Jil. I. Bairut: Dar al-Fikr.
al-Syaukânî, Muhammad bin Ali bin Muhammad, (1993) Irsyâd al-Fuhûl ila Tahqîq ‘Ilm al-Ushûl. Telah ditahqiq oleh Abi Mush’ab Muhammad Sa’ad al-Badrî. Makkah al-Mukarramah: al-Maktabah al-Tijariyah.
Ibnu Qudâmah, Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad (1994.) al-Mughnî ‘Alâ Mukhtashar al-Kharqî, Juz. VIII. Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Ibnu Rusyd al-Qurthûbî, Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad, (1969) Bidayah al-Mujtahid wa Nihâyah al-Muqtashid. Juz. II. Maisr: Maktabat al-Kulliyat al-Azhâriyah.
Ibnu Zakariya, Abî al-Husayn Ahmad bin Fâris, (1994 M.) Mu’jam al-Maqâyîs Fî al-Lughah. Telah ditahqiq oleh Syihâb al-Dîn Abû ‘Amr. Bairut: Dâr al-Fikr.
Faris, I., & Jakaria, I. (1994). Mu’jam al-Maqayis fi al-Lughah. Beirut: Dar al-Fikr.)
Shadr al-Syari’ah, Ubaidillah Ibn Mas’ud al-Bukhari. Tanqîh al-Ushûl, Makkah al-Mukarramah: Maktabah al-Baz.
The authors of a work hold the copyright and grant Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam the right of first publication. The work is also licensed under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which enables others to share the work while acknowledging the authorship and initial publication in the journal. The authors can make separate contractual agreements for the non-exclusive distribution of the published version of the work, such as by posting it to an institutional repository or editing it for a book, with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are allowed and encouraged to post their work online, such as in institutional repositories or on their website, before and during the submission process. This can lead to productive exchanges and greater citation of the published work.

2.png)
1.png)
2.png)
1.png)
1.png)
1.png)
1.png)
.png)
.jpg)
.png)


