Relevansi Hadis Hadis Maqbul : Shahih dan Hasan Dalam Menyelesaikan Persoalan Ekonomi Syariah Kontemporer

  • Nurul Pratiwi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Prades Ariato Silondae Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abd. Rahman Sakka Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Amin Sahib
  • Asiqah Usman Ali Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Keywords: hadis, shahih, hasan, ekonomi

Abstract

Hadis merupakan sumber kedua setelah Al-Qur’an yang dipegangi dan ajarannya diamalkan oleh umat Islam kemudian menjadi standar utama sebagai bentuk usaha dalam meneladani dan mempraktikkan petunjuk Rasulullah SAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini memiliki tiga kesimpulan, shahih merupakan hadis yang sanad-nya bersambung, diriwayatkan oleh periwayat yang ‘adil dan hafalannya kuat tanpa mengandung syadz dan ‘illat. Hasan adalah hadis yang bersambung sanadnya dengan perawi yang adil namun hafalannya kurang sempurna serta selamat dari unsur syadz dan ‘illat. Beberapa shahih dan hasan relevan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi syariah kontemporer. Perbedaan dari keduanya adalah pada aspek ke-dhabith-an perawi, dimana hasan dhabith yang terkait aspek tulisan dan hafalannya kurang sempurna, sedangkan shahih ke-dhabith-an perawinya sempurna.

References

Daftar Pustaka

Akbar, M. (2021). Kewirausahaan ditengah revolusi industri 4.0: teori dan konsep tinjauan ekonomi Islam. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 6(1), 13–24.

Al-Ahsani, An. (2021). Diktat ulumul hadits. Tugas Kuliah.

Al-Maliki, M. A. (2012). Ilmu Ushul Hadis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Arifuddin, A. (2005). Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi. Jakarta: Penerbit MSCC.

As-Suyuthi, I. (n.d.). Asbabul Wurud: Sebab-sebab Munculnya Hadits Nabi. Pustaka Al-Kautsar. https://books.google.co.id/books?id=-1gjEAAAQBAJ

Baqi, M. F. A. (2022). Al-Lu’lu’wal Marjan# 3.

Dawud, A. (2021). Hadits Hasan. In Hadist Hasan.

E-issn, V. N. P. (2021). Tarbiatuna : Journal of Islamic Education Studies Tarbiatuna : Journal of Islamic Education Studies. 1, 164–172.

Fakhrurrozi. (2017). Kajian Tentang Hadis Hasan. Junal WARAQAT, 2(2), 1–19. http://waraqat.assunnah.ac.id/index.php/WRQ/article/view/55

Fithoroini, D. (2021). Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual (Analisis Pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail). Nabawi: Journal of Hadith Studies, 2(1), 116–140. https://doi.org/10.55987/njhs.v2i1.42

Haris, A. (2012). HADIS-HADIS EKONOMI DALAM FATWA DSN-MUI Peta Pemahaman Hadis dalam Konteks Ekonomi Syariah di Indonesia.

Idri, & Malik, A. J. (2019). Studi Hadist.

Ismail, M. S. (1995). Hadis nabi menurut pembela pengingkar dan pemalsunya. Gema Insani Press. https://books.google.co.id/books?id=CjCf9YDkM-UC

Kewahyuan, J. I. (2019). Teori Pemahaman Hadits Hasan. Ninla Elmawati Falabiba, 2, 25.

Maulana, I. (2018). Hadis shahih dan Syarat-syaratnya Imron Maulana. Stain Pamekasan, October, 0–13.

Muhsin, M. (2019). Studi’Ilal Hadis. Penerbit A-Empat.

Prasetyo, Y. (2018). Ekonomi Syariah. Penerbit Aria Mandiri Group.

Qudsy, S. Z. (2016). Living Hadis: Genealogi, Konsep dan Aplikasi. Jurnal Living Hadis, 1(1), 177–196.

Sholihat, N. N. (2021). Analisis Investasi Saham Dalam Sistem Hukum Ekonomi Syariah: Sebuah Syarah Hadis Pendekatan Isu Kontemporer. Jurnal Riset Agama, 1(1), 157–166.

Sohari, S. (2006). Hadits Mukhtalif Dan Solusi Aplikasinya (Different Hadiths And Their Application Solutions). Alqalam, 23(1), 100.

Subaidi, M., & Muchlasin, M. (2022). Abdul Manan economics PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUL MANNAN TENTANG KEGIATAN EKONOMI ISLAM. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 7(1), 109–128.

Sulaemang, L. (2020). Ulumul Hadits. Ulumul Hadits, 1.

Urliana, N., & Amalah, H. M. U. (n.d.). S m u n.

Wahyudin. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 6(1), 1–6.

Z, H. R. (2020). HADIS GAIR MA‘MŪL BIH (Studi atas Hadis Sahih Tapi Tidak Aplikatif). Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis, 11(2), 59–85. https://doi.org/10.24252/tahdis.v11i2.16221

Published
2023-05-31