Integrasi Media Sosial Sebagai Platform Pembelajaran Fikih: Analisis Literasi Digital Terhadap Ambiguitas Pemaknaan Quru’ dan Iddah pada Followers Instagram

  • Noormawati Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai
Keywords: Integrasi Digital, Pembelajaran Fikih, Literasi Hukum, Iddah, Quru’

Abstract

Integrasi teknologi digital telah menggeser paradigma pembelajaran hukum Islam dari ruang kelas formal menuju platform media sosial yang bersifat informal dan masif. Namun, kemudahan akses informasi di era digital seringkali tidak dibarengi dengan kedalaman literasi, sehingga memicu fenomena illusion of explanatory depth—suatu kondisi di mana masyarakat merasa telah memahami konsep hukum padahal hanya menyentuh aspek kulitnya saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Instagram sebagai media pembelajaran hukum keluarga dan menganalisis tingkat literasi digital "Masyarakat Digital" terhadap hadis-hadis ahkam mengenai iddah, khususnya terkait ambiguitas pemaknaan quru’, hukum talak saat haid, hingga sinkronisasi titik awal perhitungan iddah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif-digital. Data dikumpulkan melalui teknik survei kuesioner interaktif pada fitur Instagram Story untuk menjaring data primer dari responden secara real-time. Hasil penelitian menunjukkan adanya kerancuan signifikan pada responden dalam mendefinisikan quru' (antara tiga kali masa suci atau tiga kali masa haid) serta ketidaktahuan mengenai aspek legal-formal dimulainya masa iddah. Dengan merujuk pada HR. Muslim No. 1471, penelitian ini menegaskan pentingnya sistem quru' sebagai instrumen biologi-yuridis untuk menjamin istibra’u al-rahm (kebersihan rahim) dan hifdzu nasl (menjaga nasab). Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran hukum Islam harus dibarengi dengan penguatan kurasi konten oleh para ahli (intelektual) guna meluruskan pemahaman fikih yang mu’tamad. Media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana krusial untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak-hak wanita di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi. (2016). Pemahaman hakim tentang talak bid’i dan penerapannya di Pengadilan Agama Lumajang. Asy-Syari’ah, 2(2), 47–66.
Abdullah, M. A. (2024). Iddah bagi lelaki dari pandangan Islam. Jurnal Ilmi, 14(1), 1–19.
Azzulfa, F. A., & Cahya A., A. R. (2021). Masa iddah suami istri pasca perceraian. Al-Mizan, 17(1), 65–88.
Chafid, M. (2013). Iddah beserta alimentasinya (Skripsi Sarjana). Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Surabaya.
Dewanti, S. S. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Geometri Analitik Berbasis Guided Discovery Untuk Memfasilitasi Kemampuan Berpikir Kritis. Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika, 187–199. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/5988
Faishol, I. (2025). Quru' dalam masa iddah: Analisis komparatif pendapat Mazhab Hanafi dan Syafi'i. Al-Mahkamah: Islamic Law Journal, 3(2), 76–93.
Husna, N., & Bakar, M. Y. A. (2025). Iddah dalam bingkai kajian filsafat ilmu. Al-Mustaqbal: Jurnal Agama Islam, 2(1), 16–32.
Ibnu Isa, I. (2017). Shahih Muslim hadits nomor 1471. Ismail Ibnu Isa Blog. http://ismailibnuisa.blogspot.com/p/maktabah.html
Ikram, Fatimawali, & Hidayatullah, S. (2023). Iddah in the perspective of Maqasid al-Shariah. Dalam Proceeding of International Conference on Islamic and Interdisciplinary Studies (ICIIS) (hlm. 2).
Jamaluddin, M. B. (2018). Iddah lintas generasi. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 13(2), 203–214.
Kurniawati, V. (2019). Kupas habis masa iddah wanita (2). Rumah Fiqih Publishing.
Nisa, K., Adly, M. A., & Firmansyah, H. (2024). Kaidah fiqhiyyah yang berkaitan dengan masalah 'iddah. Albayan Journal of Islam and Muslim Societies, 1(2).
Nurwahid, M. (2013). Idah dalam pandangan dan konsep Al-Quran. Hukum Islam, 13(1), 97–108.
Nurunnasikin, Sultan, L., & Rahmatiah HL. (2025). 'Iddah sebagai mekanisme protektif: Analisis normatif-sosiologis atas nasab, kesehatan reproduksi, dan martabat perempuan. Kalamizu: Jurnal Sains, Sosial, dan Studi Agama, 1(8), 998–1011.
Najib, M. A., Musyafa’ah, N. L., & Syafaq, H. (2024). Rekonstruksi penetapan masa haid dalam perspektif empat mazhab. Al-Qānūn, 27(2), 226–238.
Sibli, M. (2020). Analisis Maqasid al-Shari'ah As-Syatibi terhadap pendapat 4 (empat) madzhab tentang sahnya talak bid'i (Skripsi Sarjana). UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sunarto, M. Z., & Liana, K. (2020). Interaksi wanita yang sedang iddah melalui media sosial. Islam Nusantara, 4(2), 160–171.
Supriyadi, I. (2021). Kajian hadis misoginis tentang iddah. Nafi’, 21, 295–315.
Susilo, E. (2016). Iddah dan ihdad bagi wanita karir. Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 6(2), 275–293.
Suryadilaga, M. A. (2010). Kitab Bulug al-Maram Min Adillat al-Ahkam karya Ibn Hajar al-Asqalani dalam tradisi pesantren di Indonesia. Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 11(1), 143–166.
Tuasikal, M. A. (2021). Risalah talak. E-Book Sunnah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 Tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, Dan Penerapan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, (2002). https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/08/UU_no_18_th_2002.pdf
Published
2026-05-08
How to Cite
Noormawati. (2026). Integrasi Media Sosial Sebagai Platform Pembelajaran Fikih: Analisis Literasi Digital Terhadap Ambiguitas Pemaknaan Quru’ dan Iddah pada Followers Instagram. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai, 5, 19-27. https://doi.org/10.47435/sentikjar.v5i0.4446