PROBLEMATIKA MOTIVASI BELAJAR DALAM TEORI OPERANT CONDITIONING PADA PEMBELAJARAN PAI DI SDN NOGOPURO SLEMAN

  • Ahmad Kausar UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  • Suyadi Suyadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta
Keywords: Operant Conditioning, Motivasi Siswa, Pembelajaran.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika motivasi belajar dalam teori operant conditioning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan untuk mendeskripkan faktor penghambat dari teori operant conditioning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kualitatif atau penelitian lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika motivasi belajar dalam teori operant conditioning dalam pembelajaran pendidikan Islam yang terjadi adalah adanya pemberian reward  kepada siswa melahirkan rasa puas sehingga motivasi belajarnya menurun, sebaliknya ada beberapa siswa diberikan punisment melahirkan motivasi yang tinggi sehingga nilai yang dihasilkan juga tinggi. Maka dari itu, pemberian reward juga harus dibarengi dengan pendekatan yang lebih dalam untuk menghasilkan motivasi belajar yang kuat. Faktor penghambat dalam teori tersebut adalah adanya pemberian hukuman dan hasil nilai belajar siswa yang kurang diterima. Solusi yang diberikan dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pendekatan personal dan memberikan penjelasan dengan tepat mengenai jawaban yang benar dan begitu pun dengan hasil belajar yang berbeda maka guru memberikan penjelasan akan kebenaran dari jawaban sehingga siswa dapat memahami. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus, B. (2013). Efesiensi Metode dan Media Pembelajaran dalam Membangun Karakter Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal At-Ta’dib, 8(1), 69–70.

Efilia Natasya, I. (2015). Pengaruh Penerapan Teori Belajar Operant Conditioning Dalam Mata Pelajaran Ppkn Terhadap Perbaikan Perilaku Peserta Didik Di Smp Negeri 6 Kayuagung. Jurnal Bhinneka Tunggal Ika, 2(1), 63.

Harahap, H. (2016). Pembaharuan Pendidikan Islam Perpektif Harun Nasution. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Helmi, J. (2015). Kompetensi Profesionalisme Guru. Jurnal Ishlah, 7(2), 320.

Kompri. (2016). Motivasi Pembelajaran Persfektif Guru dan Siswa. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Marfiyanto, T. dkk. (2019). Implementasi Teori Operant Conditioning Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidkan Agama Islam Melalui Pendampingan Guru al-Qur’an. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 173.

Nuralan, S. (2020). Kompetesi Pedagogik Guru Dalam Mendesain Pembelajaran di SD Negeri 23 Tolitoli. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Keguruan, 2(1), 67. Retrieved from journal.iaimsinjai.ac.id/index.php/JPDK/article/view/291/216

Rahayu, A. dkk. (2018). Penerapan Pendekatan Behavioral Operant Conditioning Pada Pembelajaran PAI di SMA Negeri 3 Gowa. Jurnal Lentera Pendidikan, 7(2), 173.

Rosyada, D. (2004). Paradigma Pendidikan Demokratis Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (5th ed.). Jakarta: Kencana.

Rusli dan Kholik, M. (2013). Teori Belajar Dalam Psikologi pendidikan Theoryoflearning According Toeducational psychology. Jurnal Sosial Humaniora, 4(2), 65.

Santrock, J. W. (2008). Psokologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Skinner, B. F. (2013). Ilmu Pengetahuan dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sutrisno dan Suyatno. (2015). Pendidikan Islam di Era Peradaban Modern (1st ed.). Jakarta: Kencana.

Syaiful Bahri Djamarah. (2005). Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Yahdi, M. (2016). Sutrisno dan Suyatno. Jurnal Lentera Pendidikan, 5(1), 55.

Published
2020-11-21
How to Cite
Kausar, A., & Suyadi, S. (2020). PROBLEMATIKA MOTIVASI BELAJAR DALAM TEORI OPERANT CONDITIONING PADA PEMBELAJARAN PAI DI SDN NOGOPURO SLEMAN. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Keguruan, 5(2), 1-8. https://doi.org/10.47435/jpdk.v5i2.398